AKUSajak Chairil Anwar. Kalau sampai waktuku 'Ku mau tak seorang kan merayu Tidak juga kau. Tak perlu sedu sedan itu. Aku ini binatang jalang Dari kumpulannya terbuang. Biar peluru menembus kulitku Aku tetap meradang menerjang. Luka dan bisa kubawa berlari Berlari Hingga hilang pedih peri. Dan aku akan lebih tidak perduli. Aku mau hidup
DariKerikil Tajam, Deru Campur Debu. 13388 Kawanku dan Aku 5 Juni 1943 Chairil Anwar. Kepada L. K. Bohang. Kami sama pejalan larut. Menembus kabut. Hujan mengucur badan. Berkakuan kapal-kapal di pelabuhan. Darahku mengental-pekat. Aku tumpat-pedat.
Sayajatuh cinta pada Chairil Anwar pada jumpa pertama. Waktu itu, tahun 1975 di tepi Selat Rosenberg, Kepulauan Kei, Maluku. Bapak Guru Kailey mewajibkan setiap siswa kelas lima SD Nasional Katolik Mathias II Tual mendeklamasikan puisi "Aku" karya Chairil Anwar. Saya salah satunya. Itulah pertama kali, saya tahu bahwa di muka Bumi ini ada
Sudahlarut sekali Hilang tenggelam segala makna Dan gerak tak punya arti. Kawanku dan Aku (Versi Kerikil Tajam dan Yang Terampas dan Yang Putus) kepada L.K. Bohang. Kami jalan sama. Sudah larut Menembus kabut. Hujan mengucur badan. Berkakuan kapal-kapal di pelabuhan. Darahku mengental-pekat. Aku tumpat-pedat. Siapa berkata?
11 Latar Belakang. Karya sastra secara umum bisa dibedakan menjadi tiga: puisi, prosa, dan drama. Secara etimologis istilah puisi berasal dari kata bahasa Yunani poesis, yang berarti membangun, membentuk, membuat, menciptakan. Sedangkan kata poet dalam tradisi Yunani Kuno berarti orang yang mencipta melalui imajinasinya, orang yang hampir
Karyalain yang juga bisa dikatakan sebagai kajian dari sudut sastra yang berupaya menelusuri karya-karya Chairil Anwar juga ditulis oleh Arif Budiman, seorang
TentangPenulis; Chairil Anwar Lahir di Medan, Sumatera Utara, pada tanggal 26 Juli 1922 dan ia wafat di Jakarta pada tanggal 28 April 1949. Semasa hidupnya, ia termasuk salah satu penulis karya sastra dan penyair besar Indonesia, dan dia telah menghasilkan karya sastra yang tidak terhitung jumlahnya baik itu puisi, cerita pendek, ataupun cerita panjang.
avzi. - Chairil Anwar adalah penyair terkemuka di Indonesia yang sudah melahirkan 96 karya, termasuk 70 puisi. Salah satu karyanya yang paling fenomenal adalah puisi bertajuk Aku yang di dalamnya termuat tulisan "Aku ini binatang jalang". Lewat karya tersebut, Chairil Anwar pun dijuluki oleh teman-temanya sebagai "Si Binatang Jalang". Baca juga Puisi Aku Chairil Anwar Awal Kehidupan Chairil Anwar lahir di Medan, Sumatra Utara, tanggal 26 Juli 1922. Ia merupakan putra dari pasangan Toeloes dan Saleha, yang keduanya berasal dari Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatra adalah seorang Bupati Indragiri, Riau, yang tewas dalam Pembantaian Rengat. Chairil Anwar masih memiliki hubungan persaudaraan dengan Perdana Menteri pertama Indonesia, Sutan Syahrir. Syahrir adalah pamannya. Sewaktu muda, Chairil memulai pendidikannya di Hollandsch-Inlandsche School HIS atau sekolah dasar untuk kaum pribumi. Setelah lulus dari HIS, ia melanjutkan pendidikannya di Meer Uitgebreid Lager Onderwijs MULO. Ketika usianya menginjak 18 tahun, Chairil tidak lagi bersekolah. Chairil mengatakan bahwa sejak usia 15 tahun, ia sudah bertekad untuk menjadi seniman.
latar belakang puisi aku karya chairil anwar