RESENSI NOVEL. RESENSI NOVEL. HULUBALANG RAJA ANGKATAN 20’ BALAI PUSTAKA. Hulubalang Raja adalah salah satu karya sastrawan angkatan 20-an atau angkatan Balai Pustaka. Roman ini hasil buah pena sastrawan produktif Nur Sutan Iskandar, yang diterbitkan oleh PN. Balai Pustaka 1934. Tema cerita . 1.03k views • 33 slides
Angkatan Balai Pustaka berdiri tahun 1917 dengan ditandai berdirinya Balai Pustaka. Para penulis/pengarang dan para ahli bahasa Melayu, didaulat menjadi redaktur dari Balai Pustaka. Novel “Siti Nurbaya” karya Marah Roesli, novel “Azab dan Sengsara” karya Merari Siregar, dan novel Salah Asuhan karya Abdul Muis merupakan salah satu contoh
Sastrawan Indonesia Era Balai Pustaka. Pada Angkatan atau era Balai Pustaka, para sastrawan Indonesia lebih banyak menghasilkan karya dengan genre roman. Periode Balai Pustaka ini dimulai dari tahun 1920 sampai tahun 1930. Pada saat itu, masih ada pembatasan karya oleh Pemerintah Belanda.
Angkatan pertama sastra dalam klasifikasinya adalah periode Angkatan Balai Pustaka (1920), yang kedua Angkatan Pujangga Baru (1930), dan yang ketiga adalah Angkatan 45 (1940). Periode ini punya hasil karya yang unik, beda dari dua angkatan sebelumnya. Pada periode ini berkembang berbagai jenis sastra, seperti puisi, cerpen, novel, dan drama.
Angkatan Balai Pustaka (1920-1933) Ciri-ciri angkatan ini adalah berisi peristiwa sosial, kehidupan adat istiadat, kehidupan beragama, dan peristiwa kehidupan masyarakat. Karya sastra yang terbit pada masa ini lebih condong pada bentuk roman, yang memperlihatkan unsur-unsur gaya Melayu lama.
Tidak hanya puisi dan novel, Armijn Pane pun menulis kritik sastra. Wawasannya sangat luas, terbukti dari karyanya yang terbit dalam majalah pujangga baru dinilai adil, tidak terpengaruh dengan pergerakan nasionalisme. “Belenggu” diterbitkan pada tahun 1940 oleh penerbit Dian Rakyat. Karya ini tidak masuk Balai Pustaka, karena tidak sesuai
Novel ini merupakan novel Karya Merari Siregar yang terbit pada Angkatan Balai Pustaka atau Periode 1920-an. Dalam novel Angakatan Balaik Pustaka memiliki karakteristik-karaakteristik yang mencerminkan angkatan tersebut pada tiap-tiap karya sastranya. Karakteristik yang pertama adalah sebagian besar mengambil tema pokok kawin paksa.
bmqi.
novel angkatan balai pustaka